Senin, 17 Juni 2013

Film First Love (A Little Thing Called Love)

                 Kita kaget melihat mainan di mall itu sudah lenyap semua. Katanya sih mainannya habis kontrak. Aku sendiri ngerasa bersalah karena aku yang udah ngajak mereka untuk main disitu. Kita bingung mau pergi kemana. Karena Hana ingin mentraktir kita, ia mengajak kita ke rumahnya.


                Sampai di rumah Hana, kita masuk ke kamarnya dan mengotak-atik kamarnya. Hahaha  Aku mengambil laptop Hana. Aku dan Lulu mengotak-atik isi laptop yang berwarna merah marun itu. Sampai di folder video, aku menyetel video “First Love (A Little Thing Called Love)” katanya sih rame.


                Film “First Love (A Little Thing Called Love)” atau "Crazy Love A Little Thing Called Love adalah film komedi romantis Thailand. Ceritanya begini.......


Khun Nam adalah gadis berkulit cenderung hitam dibanding teman-temannya, tidak modis, berkacamata bulat, dan terlihat culun. Ayah Nam bekerja sebagai asisten koki di New York. Di tahun pertamanya M.1 (Kelas 1 SMP), Nam jatuh cinta dengan Khun Shone M.4 (Kelas 1 SMA). Memang Shone adalah cowok tertampan di sekolahnya, banyak yang menyukai dia. Shone sangat menyukai dunia fotographer, dan sepakbola. Nam berusaha untuk mendapti hati Shone. Sahabat Nam (Cheer, Gei, dan Nim) membantu Nam untuk bisa mendapatkan Shone, dengan cara memakai buku "9 Resep Cinta" dan "Cara Senior Menyukaimu". Nam berkata, buku itu tidak masuk akal dan memilih untuk belajar, tetapi diam-diam Nam melakukan apa yang dikatakan buku itu.


Paman Nam (Chang) datang ke rumah Nam untuk memberikan kabar, jika Nam atau adik Nam (Pang) mendapat Peringkat 1, dia akan pergi ke Amerika, Nam sangat serius untuk bisa pergi ke Amerika karena dia sadar dia tidak mampu untuk mencapai peringkat 1. Nam selalu bekerja keras.

Ketika istirahat tiba, Nam, Cheer, Gei, dan Nim sedang mengantri untuk membeli minuman. Tiba-tiba dua orang pemain basket (Maew dan Ping) langsung datang dan mendorong Nam, Cheer, Gei, dan Nim hingga terjatuh, Shone melihat mereka dan langsung membeli empat gelas minuman untuk Nam, Cheer, Gei, dan Nim. Sorenya, Shone dipukuli oleh Maew dan Ping. Gei dan Nim memberitahu pada Nam ketika di jalan pulang. Nam langsung kembali ke sekolah, dan melihat kancing milik Shone terjatuh di lantai. Shone, Maew, dan Ping sudah tidak ada disitu.


Nam merasa cemburu, setiap Nam ingin mendekati Shone, selalu ada seorang Faye yang menyelanya, Faye memberikan kue mangga pada Shone, dan saat Nam ingin pulang bersama Shone, Faye berpura-pura kakinya terkilir agar pulang bersama Shone.


Pang adik Nam, memberitahu kepada ibunya kalau Nam sudah memiliki pacar. Ibunya marah kepada Nam, karena ia tak boleh pacaran dulu ia harus harus fokus sekolah dulu. Cheer, Gei, dan Nim datang ke rumah Nam. Mereka berusaha mempercantik Nam  dengan cara apapun. Nam diajak sahabatnya untuk mengunjungi toko milik Ayah Shone. Nam bertemu dengan Shone. Nam mulai salah tingkah. Shone mengira Nam sedang sakit kuning, karena kulit Nam menjadi kuning sekali akibat perawatan yang dilakukan temannya tadi.


Sahabatnya mendorong Nam untuk untuk mengikuti kegiatan drama putri salju di sekolah, Nam terpilih menjadi peran utama dalam drama tersebut, seorang kakak kelas (Pin) terpilih untuk bagian merias, dia merias Nam menjadi cantik, dan Shone mengatakan Nam terlihat sama saja. Saat latihan, murid yang menjadi peran sebagai Pangeran katanya belum datang dan Guru In memilih Shone untuk menggantinya, saat Shone ingin mencium Nam, Nam langsung berpikir bahwa itu bukanlah Shone lalu dia menepis dan jatuh dari tempat tidur, Shone memegang tangan Nam agar Nam tidak jatuh di panggung. Acara drama pun berjalan dengan lancar, namun Nam merasa tidak semangat karena Shone tidak menonton Nam. Shone diajak Kepala Sekolah untuk mengikuti lomba photographer yang dilaksanakan hari itu juga. Di belakang panggung Nam menemukan surat dan sebuah apel yang sudah sedikit digigit yang ia kira digigit oleh Koy.


Semakin hari, Nam menjadi cewek yang cantik tidak seperti dulu. Karena kecantikkannya Nam terpilih menjadi mayor drum band. Teman akrab Shone, Top, pria terpopuler di sekolah menyukai Nam. Top dan Shone pernah menyukai orang yang sama pada saat SD.

              Saat Valentine tiba, Nam mendapatkan banyak hadiah dari banyak lelaki, tapi dia tidak menyukainya, karena dia menunggu hadiah dari Shone, lalu akhirnya Shone memberi bunga mawar putih yang ternyata Shone mengatakan bunga itu merupakan pemberian dari sahabatnya. Dan saat sampai di rumah, Nam menemukan surat yang mengharuskan esok hari Nam pergi ke lantai 3 pada jam 4 sore, Nam mengikuti perintah itu, dan Shone menaiki tangga, menyusul Nam, Nam mengira surat itu pemberian dari Shone, yang ternyata surat itu dari Top, Top menyatakan cintanya pada Nam, dan menawarkannya menjadi pacar Top di depan Shone, lalu Nam bertanya kepada Shone tentang apa yang dilakukannya, Shone hanya berkata bahwa dia hanya ingin bertanya, apa yang dilakukan Nam di atas dan pergi.

                Saat Cheer ulangtahun, Nam tidak bisa datang ke acara ulang tahun Cheer karena ia sedang bersama Shone dan Top serta teman-teman Top. Nam sambil membawa cumi panggang pergi ke jembatan untuk mencari Shone, Shone menceritakan tentang 2 ekor cumi, dia pernah memegang tangan wanita yang jatuh dari panggung (Nam) lalu tiba-tiba Top datang, mereka bertiga kembali dan tiba-tiba kaki Nam terkilir, Top dan Shone membantunya, Top menggendong Nam. Setelah sampai di rumah, Nam langsung pergi ke rumah Cheer untuk merayakan ulangtahunnya, namun Cheer dan teman-temannya sedang tidak ada di rumah. Cheer, Gei, dan Nim merasa Nam lebih sombong karena Nam sudah bisa mendekati Shone.

              Kakak kelas Nam, teman Shone, Top ulangtahun, Nam diajak oleh Top untuk menghadiri pesta tersebut, Top dan Shone bercerita masa lalunya, saat kelas 5 mereka mencintai gadis yang sama, namun karena itu persahabatannya mulai rapuh dan akhirnya mereka sepakat untuk tidak mencintai perempuan yang sama. Nam terkejut. Saat Top dan Shone berdansa, Top mengajak Nam untuk ikut, dan Top mencium Nam. Nam pulang bersama Top dan Nam mengatakan agar Top tidak pernah menjemputnya lagi dan Nam hanya mencintai 1 orang. Top menemui Shone, dan berkata pada Shone untuk jangan pernah pacaran dengan Nam, karena dia tidak mau sahabat karibnya pacaran dengan perempuan yang dia cintai.


Nam kembali berkumpul bersama teman-temannya dan mengabarkan bahwa Nam mendapatkan peringkat 1, yang artinya Nam akan pergi ke Amerika. Pang adik Nam mendapat ranking 8, Pang ingin sekali ke Amerika bersama kakaknya, Nam untuk bertemu dengan Ayah mereka. Teman Pang datang menceritakan cowok yang disukai Pang. Nam menyambar foto cowok yang disukai Pang. Nam mengira adiknya sudah punya pacar. Nam ingin memberitahu kepada ibunya, tetapi tidak terjadi.


Kelulusan sudah tiba, Nam menyatakan cintanya pada Shone di dekat kolam renang, Shone menerima bunga yang dikaitkan kancing oleh Nam, lalu Nam menyadari bahwa Shone sudah memiliki kekasih yakni Pin. Nam berbohong, mengatakan mereka berdua serasi dan saking gugupnya Nam tercebur ke dalam kolam, lalu pergi meninggalkan Shone, dan Nam bertemu Pin lalu memeluknya.


Saat pulang, Shone bertemu manager Bangkok Glass di rumahnya dan menemukan kotak coklat/es krim yang masih tersimpan yang diberikan oleh Nam, Shone teringat pada Nam lalu membuka album khusus foto yang berisi foto-foto Nam, yang ternyata hal yang dipikirkan Nam sangat berbeda dengan aslinya, seperti, Shone mengatakan saat drama, Nam terlihat sama saja yang berarti "sama saja, selalu cantik" dan Shone sangat senang sekali ketika memegang tangan Nam. Lalu sebuah apel yang digigitnya sedikit ternyata bukan Koy yang mengigit dan bunga yang diberikan kepada Nam itu dari Shone. Shone bilang merupakan dari temannya, karena dia merasa gugup ketika memberikan bunga, Shone terlihat menangis. Lalu saat Top menyatakan cintanya pada Nam, Shone pergi menuruni tangga dan putus asa. Saat Nam menjadi mayoret, Shone rela berlari-lari untuk mengambil gambar Nam, lalu saat kaki Nam terkilir, Shone sangat ingin menggendong Nam, Shone menggambil wajah Nam saat digendong. Saat Top mencium Nam, Shone patah hati. Malamnya Shone menaruh album foto tersebut didepan rumah Nam, karena keesokan hari Shone harus pergi ke Bangkok. Di waktu yang sama Nam menangis karena cowok yang sangat ia cintai berpacaran dengan orang lain dari seminggu yang lalu.


9 tahun kemudian, Nam menjadi designer terkenal di New York dan ia diundang oleh salah satu talk show, dalam talk show tersebut, Ibu Nam, Pang, Cheer, Gei, Nim, guru sekolahnya daatang menonton di acara talk show itu. Nam melihat album foto yang berisi foto Nam semua. Nam dipertemukan kembali oleh Shone yang telah berhasil dalam Bangkok Glass dan menjadi fotografer, Shone berkata bahwa kancing yang diberikan oleh Nam bukan miliknya, melainkan milik Ping. Nam menjadi malu. Lalu Nam bertanya apakah Shone sudah menikah, Shone menjawab dia sedang menunggu seseorang yang yang datang dari New York.
                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar