Rabu, 07 Agustus 2013
Senin, 17 Juni 2013
Film First Love (A Little Thing Called Love)
Kita kaget melihat mainan di mall itu sudah lenyap semua. Katanya
sih mainannya habis kontrak. Aku sendiri ngerasa bersalah karena aku yang udah
ngajak mereka untuk main disitu. Kita bingung mau pergi kemana. Karena Hana
ingin mentraktir kita, ia mengajak kita ke rumahnya.
Sampai di
rumah Hana, kita masuk ke kamarnya dan mengotak-atik kamarnya. Hahaha Aku mengambil laptop
Hana. Aku dan Lulu mengotak-atik isi laptop yang berwarna merah marun itu. Sampai
di folder video, aku menyetel video “First Love (A Little Thing Called Love)”
katanya sih rame.
Film “First
Love (A Little Thing Called Love)” atau "Crazy Love A Little Thing Called Love adalah film komedi romantis Thailand.
Ceritanya begini.......
Khun Nam adalah gadis berkulit
cenderung hitam dibanding teman-temannya, tidak modis, berkacamata bulat, dan
terlihat culun. Ayah Nam bekerja sebagai asisten koki di New York. Di tahun
pertamanya M.1 (Kelas 1 SMP), Nam jatuh cinta dengan Khun Shone M.4 (Kelas 1
SMA). Memang Shone adalah cowok tertampan di sekolahnya, banyak yang menyukai
dia. Shone sangat menyukai dunia fotographer, dan sepakbola. Nam berusaha untuk
mendapti hati Shone. Sahabat Nam (Cheer, Gei, dan Nim) membantu Nam untuk bisa
mendapatkan Shone, dengan cara memakai buku "9 Resep Cinta" dan
"Cara Senior Menyukaimu". Nam berkata, buku itu tidak masuk akal dan
memilih untuk belajar, tetapi diam-diam Nam melakukan apa yang dikatakan buku
itu.
Paman Nam (Chang) datang ke rumah
Nam untuk memberikan kabar, jika Nam atau adik Nam (Pang) mendapat Peringkat 1,
dia akan pergi ke Amerika, Nam sangat serius untuk bisa pergi ke Amerika karena
dia sadar dia tidak mampu untuk mencapai peringkat 1. Nam selalu bekerja keras.
Ketika istirahat tiba, Nam, Cheer,
Gei, dan Nim sedang mengantri untuk membeli minuman. Tiba-tiba dua orang pemain
basket (Maew dan Ping) langsung datang dan mendorong Nam, Cheer, Gei, dan Nim hingga
terjatuh, Shone melihat mereka dan langsung membeli empat gelas minuman untuk
Nam, Cheer, Gei, dan Nim. Sorenya, Shone dipukuli oleh Maew dan Ping. Gei dan
Nim memberitahu pada Nam ketika di jalan pulang. Nam langsung kembali ke
sekolah, dan melihat kancing milik Shone terjatuh di lantai. Shone, Maew, dan
Ping sudah tidak ada disitu.
Nam merasa cemburu, setiap Nam
ingin mendekati Shone, selalu ada seorang Faye yang menyelanya, Faye memberikan
kue mangga pada Shone, dan saat Nam ingin pulang bersama Shone, Faye
berpura-pura kakinya terkilir agar pulang bersama Shone.
Pang adik Nam, memberitahu kepada
ibunya kalau Nam sudah memiliki pacar. Ibunya marah kepada Nam, karena ia tak
boleh pacaran dulu ia harus harus fokus sekolah dulu. Cheer, Gei, dan Nim datang
ke rumah Nam. Mereka berusaha mempercantik Nam
dengan cara apapun. Nam diajak sahabatnya untuk mengunjungi toko milik
Ayah Shone. Nam bertemu dengan Shone. Nam mulai salah tingkah. Shone mengira
Nam sedang sakit kuning, karena kulit Nam menjadi kuning sekali akibat
perawatan yang dilakukan temannya tadi.
Sahabatnya mendorong Nam untuk untuk
mengikuti kegiatan drama putri salju di sekolah, Nam terpilih menjadi peran
utama dalam drama tersebut, seorang kakak kelas (Pin) terpilih untuk bagian
merias, dia merias Nam menjadi cantik, dan Shone mengatakan Nam terlihat sama
saja. Saat latihan, murid yang menjadi peran sebagai Pangeran katanya belum
datang dan Guru In memilih Shone untuk menggantinya, saat Shone ingin mencium
Nam, Nam langsung berpikir bahwa itu bukanlah Shone lalu dia menepis dan jatuh
dari tempat tidur, Shone memegang tangan Nam agar Nam tidak jatuh di panggung. Acara
drama pun berjalan dengan lancar, namun Nam merasa tidak semangat karena Shone
tidak menonton Nam. Shone diajak Kepala Sekolah untuk mengikuti lomba photographer
yang dilaksanakan hari itu juga. Di belakang panggung Nam menemukan surat dan sebuah
apel yang sudah sedikit digigit yang ia kira digigit oleh Koy.
Semakin
hari, Nam menjadi cewek yang cantik tidak seperti dulu. Karena kecantikkannya Nam
terpilih menjadi mayor drum band. Teman akrab Shone, Top, pria terpopuler di
sekolah menyukai Nam. Top dan Shone pernah menyukai orang yang sama pada saat
SD.
Saat Cheer ulangtahun, Nam tidak bisa datang ke acara ulang tahun Cheer karena ia sedang bersama Shone dan Top serta teman-teman Top. Nam sambil membawa cumi panggang pergi ke jembatan untuk mencari Shone, Shone menceritakan tentang 2 ekor cumi, dia pernah memegang tangan wanita yang jatuh dari panggung (Nam) lalu tiba-tiba Top datang, mereka bertiga kembali dan tiba-tiba kaki Nam terkilir, Top dan Shone membantunya, Top menggendong Nam. Setelah sampai di rumah, Nam langsung pergi ke rumah Cheer untuk merayakan ulangtahunnya, namun Cheer dan teman-temannya sedang tidak ada di rumah. Cheer, Gei, dan Nim merasa Nam lebih sombong karena Nam sudah bisa mendekati Shone.
Kakak kelas Nam, teman Shone, Top ulangtahun, Nam diajak oleh Top untuk menghadiri pesta tersebut, Top dan Shone bercerita masa lalunya, saat kelas 5 mereka mencintai gadis yang sama, namun karena itu persahabatannya mulai rapuh dan akhirnya mereka sepakat untuk tidak mencintai perempuan yang sama. Nam terkejut. Saat Top dan Shone berdansa, Top mengajak Nam untuk ikut, dan Top mencium Nam. Nam pulang bersama Top dan Nam mengatakan agar Top tidak pernah menjemputnya lagi dan Nam hanya mencintai 1 orang. Top menemui Shone, dan berkata pada Shone untuk jangan pernah pacaran dengan Nam, karena dia tidak mau sahabat karibnya pacaran dengan perempuan yang dia cintai.
Nam kembali
berkumpul bersama teman-temannya dan mengabarkan bahwa Nam mendapatkan
peringkat 1, yang artinya Nam akan pergi ke Amerika. Pang adik Nam mendapat
ranking 8, Pang ingin sekali ke Amerika bersama kakaknya, Nam untuk bertemu
dengan Ayah mereka. Teman Pang datang menceritakan cowok yang disukai Pang. Nam
menyambar foto cowok yang disukai Pang. Nam mengira adiknya sudah punya pacar.
Nam ingin memberitahu kepada ibunya, tetapi tidak terjadi.
Kelulusan
sudah tiba, Nam menyatakan cintanya pada Shone di dekat kolam renang, Shone
menerima bunga yang dikaitkan kancing oleh Nam, lalu Nam menyadari bahwa Shone
sudah memiliki kekasih yakni Pin. Nam berbohong, mengatakan mereka berdua
serasi dan saking gugupnya Nam tercebur ke dalam kolam, lalu pergi meninggalkan
Shone, dan Nam bertemu Pin lalu memeluknya.
Saat pulang,
Shone bertemu manager Bangkok Glass di rumahnya dan menemukan kotak coklat/es
krim yang masih tersimpan yang diberikan oleh Nam, Shone teringat pada Nam lalu
membuka album khusus foto yang berisi foto-foto Nam, yang ternyata hal yang
dipikirkan Nam sangat berbeda dengan aslinya, seperti, Shone mengatakan saat
drama, Nam terlihat sama saja yang berarti "sama saja, selalu cantik"
dan Shone sangat senang sekali ketika memegang tangan Nam. Lalu sebuah apel
yang digigitnya sedikit ternyata bukan Koy yang mengigit dan bunga yang
diberikan kepada Nam itu dari Shone. Shone bilang merupakan dari temannya,
karena dia merasa gugup ketika memberikan bunga, Shone terlihat menangis. Lalu
saat Top menyatakan cintanya pada Nam, Shone pergi menuruni tangga dan putus
asa. Saat Nam menjadi mayoret, Shone rela berlari-lari untuk mengambil gambar
Nam, lalu saat kaki Nam terkilir, Shone sangat ingin menggendong Nam, Shone
menggambil wajah Nam saat digendong. Saat Top mencium Nam, Shone patah hati.
Malamnya Shone menaruh album foto tersebut didepan rumah Nam, karena keesokan
hari Shone harus pergi ke Bangkok. Di waktu yang sama Nam menangis karena cowok
yang sangat ia cintai berpacaran dengan orang lain dari seminggu yang lalu.
9 tahun
kemudian, Nam menjadi designer terkenal di New York dan ia diundang oleh salah
satu talk show, dalam talk show tersebut, Ibu Nam, Pang, Cheer, Gei, Nim, guru
sekolahnya daatang menonton di acara talk show itu. Nam melihat album foto yang
berisi foto Nam semua. Nam dipertemukan kembali oleh Shone yang telah berhasil
dalam Bangkok Glass dan menjadi fotografer, Shone berkata bahwa kancing yang
diberikan oleh Nam bukan miliknya, melainkan milik Ping. Nam menjadi malu. Lalu
Nam bertanya apakah Shone sudah menikah, Shone menjawab dia sedang menunggu
seseorang yang yang datang dari New York.
Langganan:
Postingan (Atom)

